Skip to main content

Karya Fashion Designer Muda Berlaga di CIFFEST dan ANIMAKINI 2018

Hi Fashion People!

Sabtu, 22 September 2018 saya menghadiri event Cikini Fashion Festival (CIFFEST) 2018. kegiatan ini telah berlasung sejak kamis, 20 September 2018 yang berlokasikan di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) Creative Labs atau biasa disingkat dengan BCL dengan Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta (IKJ).  Di tahun kedua penyelenggaraan CIFFEST 2018 ini diarahkan dapat memperkuat peran dan perkembangan terkini subsektor ekonomi kreatif mode ditanah air.


Oh, ya kamu sudah tahu, belum? Tujuan diadakannya CIFFEST 2018? "CIFFEST ini bertujuan sebagai wadah atau temu pelaku ekonomi kreatif fashion untuk mensinergikan kolaborasi dan komunikasi yang dapat meningkatkan jejaring kerjasama, produktivitas, dan kompetensi ekonomi kreatif fashion di Indonesia. 

Selain itu, CIFFEST ini bertujuan untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif di lini rantai nilai kreasi, dan konservasi. Asepek kekinian dan kreativitas akan lekat dan menjiwai dalam luaran CIFFEST yang berupa data, karya, temuan riset dan kepakaran Pentahelix fashion yaitu pemerintah, akademisi, bisnis, komunitas dan media dapat mengambil manfaat dari event CIFFEST sebagai sarana inspirasi dan pengetahuan bagi pengembang fashion domestik dan global di masa akan datang". Ujar Wawan Rusiawan selaku Direktur Riset dan Pengembangan BEKRAF pada konverensi pers Sabtu, 22 September 2018.


  
CIFFEST ini berfokus pada penguatan fondasi dalam strategi pengembangan insdustri mode yang mengacu pada kekayaan budaya lokal demi mencapai cita-cita bersama, yaitu menjadikan indonesia sebagai salah satu pusat mode dunia. 

Konsep kekuatan lokal diperkuat dengan kepedulian sosial dan lingkungan serta dipresentasikan melalui ethical dan sustainble fashion. Selain itu akan diterapkan juga pada busana muslin, mengingat indonesia memiliki pasar yang baik untuk trend busana muslim dan menjadikan Indonesia sebagai pusat busana muslim dunia. Keren!
 



 
Penutupan event CIFFEST 2018 ini turut menghadirkan empat sekolah mode yang mengeksplorasi empat tema turunan dari trend forcecasting 2019/2020 "Singularity". keempat sekolah mode tersebut masing-masing mempersembahkan karya hasil penerapan setiap tema, yaitu Excuberant oleh Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Cortex oleh LPTB Susan Budihardjo, Neo Medieval oleh Esmod, dan Svarga oleh Binus. 

Nah, hasil dari eksplorasi tersebut ditampilkan pada malam penutupan CIFFEST 2018. Pembukaan pertama diisi dengan menampilkan animasi yang diusung oleh BEKRAF dan Seni Rupa IKJ, malam itu panggung dipenuhi oleh animasi-animasi keren karya anak bangsa. Efeknya penonton menjadi lebih riuh, selain itu cara penyampainnya juga mengikuti trend secara visual.

Exuberant
Mengeksplorasi tema exuberant sebagai salah satu tema dari trend forcasting 2019/2020 "Singularity". Desain ini dikerjakan oleh mahasiswa prodi Desain Mode Fakultas Seni Rupa IKJ (Institut Kesenian Jakarta). 

Koleksi ini menunjukkan keceriaan dan optimisme lewat perwarnaan yang colorful dengan adanya unsur seni urban dan futuristik ditambah dengan adanya style sporty dan style formal yang cendrung feminim. Ada 12 busana yang ditampilkan dari dua mahasiswa yaitu Evlyn  Laurencia dan Ailla Kemala Dewi serta diiringi oleh musik dan penari yang bikin suasana teater jadi riuh. 
 


 
Menurut Evlyn Laurencia karya yang berjudul Brighter Hallway, terinspirasi dari kampung Pelangi Semarang, dimana kebiasaan hidup masyarkat setempat memiliki keinginan untuk mengubah hidup dan lingkungan menjadi lebih baik. Koleksi ini dibuat sesuai dengan perkembangan zaman dengan style sporty arty offbeat dan look urban. Sementara itu karya Ailla Kemala Dewi terinspirasi dari lukisan-lukisan seniman kontemporer Indonesia, Heri Dono. 

Koleksi busana tersebut bersifat unisex dengan style art off beat dan quicky look yang mengacu pada tren Exuberant dengan sub-tren Urban Caricarture. Oh, ya! yang bikin menambah semarak ketika penampilan dari IKJ ini adalah adanya kolaborasi penyanyi rapper David Rafael Tandayu dan dancer Josh Marcy.

Neo Medieval 
Esmod Jakarta menampilkan mix and match sembilan karya siswa tahun 2017-2018 dengan spesialisasi women ready-to-wear, women new culture dan menswear. Mereka adalah Jeanne Indriani, Rike Novisia, Siti Asrini, Syarifah Aminah, Syanaz Nathasa Imran, Celine, Helen Christina, Prisilla Halim, dan Gabriela. 

Untuk penampilan kali ini, terdapat sembilan konsep yang berbeda saat ditampilkan, di antaranya digital print, laser cut, embellishment, beading, hand embriodery yang mempertahankan sisi hand-made ditengah tren kekinian.


Hitam menjadi warna dominan dipadukan dengan sentuhan putih, metal, coklat dan merah untuk memberikan perbedaan dan menonjolkan detail pola baik secara molding atau flat pattern menggunakan Pettern Magic Inspiration

Bahan yang dipakai adalah katun, wol, kulit, rajutan sejenis Macrame dan sesekali diaplikasikan pada kain polos, bermotif garis atau kotak-kotak yang lebih mengutamakan kenyamanan pemakainya.


 
Pertujukan ini dibawakan oleh 13 model bergaya androgini. Selain itu juga ada atraksi dari 20 siswa Esmod Jakarta berpantomim di panggung pada saat bersamaan, dibalut bahan stretch lulle hitam dan plastik yang menutupi wajah, melambangkan metalik pada tahun akhir era Medival. 

Sementara untuk musiknya disebutkan digubah Guillaume Oger yang membawa publik pada suasana klasik gereja sampai ke nuansa metal trash dan electronic underground mengiringi koleksi urban street chic dari Esmod Jakarta.
 
Svarga 
Memilih tema Svarga, siswa Binus Northhumbria School of  Design (BNSD) menampilkan karya desain kontemporer yang memberikan sentuhan kain tradisonal rancangan mahasiswa terpilih yaitu Clara Pranata, Winny, Jeslyn, dan Maulia. 

Paling unik dari koleksi dari Binus ini yaitu olahan kain tradisional dan aneka motif yang hampir memenuhi hampir depan busana, untuk potangan kain lebih ke asimetris dan memberikan aksen rumbai pada rok dan atasan, selain itu perpaduan warna juga memberikan kesan ciamik saat peragaan.



Cortex

Memilih tema yang berkaitan dengan digital dan teknologi serta divisualisasikan dengan animsi layar penuh oleh sekolah mode LPTB Susan Budihardjo. Menurut dakuw pribadi konsep panggungnya apik, diiringi oleh rapper dan robot setelah itu para model berlenggak-lenggok di panggung memeragakan busana. 


 
Dalam pergelaran CIFFEST 2018 terdapat tujuh busana yang didominasi warna putih dengan potongan bergaya urban. Merentanng dari mini dress hingga rok dan celana serta outwear, koleksi merak juga hadir dalam permainan aksen gradasi dengan teknik lipat yang unik. 

Peragaan busana ini juga dilengkapi dengan aksesori mask dan topeng yang memberikan kesan futuristik dan out of the box. Secara keseluruhan menurut dakuw, cukup menarik dengan eksplorasi yang luas. Namun, akan bisa jadi lebih luas lagi jika rentang busana dari yang biasa ke rentang yang keceh. 


Secara pribadi dakuw selalu suppport para fashion designer muda untuk berkarya, kalau bukan generasi muda yang membuat industri fashion Indonesia maju, terus siapa lagi? 
 
(Yopi Saputra/ Images : Doc. Panitia CIFFEST ANIMAKINI 2018)





Comments

  1. Sebagai pekerja panggung di akhir Pekan, saya termasuk prima yang peduli pada penampilan. Meski gak begitu fanatik terhadap trend fashion. Tapi ulasan soal trend dan fashion selalu saya simak kok hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah kalau orang yang kerja di belakang panggung, berarti sering banget ketemu para penggemar fashion ya kak!. Semoga ulsan fashion saya tentang CIFFEST ini bermanfaat ya kak!

      Delete
  2. Baru Tau soal CIFEST ini .semoga jadi ajang alternatif kreasi dunia Fashion Indonesia melahirka pelaku yg bisa menghasilkan masterpiece nya

    ReplyDelete
  3. Mulia sekali niatnya Yopi, menjadikan Indonesia jadi pusat mode dunia. Saya percaya dengan semua Insan kreatif Indonesia dan kerja keras suatu saat kita akan sampai di sana..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin ya Allah. Terima kasih doa baiknya ya mba. Semoga sehat-sehat terus ya kita agar bisa berkarya terus.

      Delete
  4. Ahaha, agak-agak pusing ya liat penampilannya. Mungkin karena aku gak terlalu paham kali ya. Tapi emang bekraf ini suka banget bikin atau support acara-acara yang unik gini. Buatku, pemerintah memang harus punya banyak andil dalam memajukan perekonomian. Mereka harus banyak melakukan promosi karya-karya anak muda masa kini.

    maju terus dunia fashion Indonesia :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mas atas dukungannya, ya. Semoga senantiasa sehat dan waras terus yah. Amiin

      Delete
  5. Asli deh kalau dah liat fashion gw merasa minder alias gaptek fashion, tapi kalau dah masuk blog yopie dapat pencerahan deh, ketje badai yop

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak apa-apa uni. Sama-sama uni semoga menginspirasi, yah.

      Delete
  6. keren2 ya konsep panggung dan karyanya. Penasaran sama yg moslem wearnya nih. Semoga tetep bs sesuai sama kultur Ind ya meski ada influence sana sini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin ya kak. Iya ini rata-rata bikin konsep bajunya sifatnya general kak. Karena eventnya juga bukan modest fashion event. Tapi terima kasih sudah berkunjung, ya!

      Delete
  7. Paling nyentrik n colorfull fun yg IKJ
    Paling gorjes yg esmod..ohh androgini ya temanya
    Konsep panggungnya jg keren

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih kak Riza. Aku suka semuanya hahhaa *DasarAku

      Delete
  8. Aku sukaaaaa cuttingnya Yop! It's beautiful and unique! Lucky you to be there to witness all these!

    ReplyDelete
  9. Keren banget ya baju-baju karya desainer muda Indonesia, padahal masih kuliah ya, konsep peragaan busananya juga seru..kece..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba dew. Sangat memotivasi ya mba dew. Sehat-sehat ya mba dew, kangen deh sudah lama tak berjumpa ya mba dew.

      Delete
  10. Bajunya keren-keren, tapii saya ga pede kalau harus memakainya.hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nggak apa-apa kak. Fashion itu disesuaikan dengan personal style kakak serta kenyamanan adalah kunci utamanya, yah!

      Delete
  11. MAntep dan keren ini mah hasil karyanya mas Yopi. Semoga designer muda semakin sukses ya

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts

Persembahan Maha Karya Ivan Gunawan Berkolaborasi dengan Disney Indonesia Lewat Film Cruella

 Hi Fashion People ! Siapa sih yang tidak mengenal sosok desainer kondang, selebriti dan national director dari Yayasan Dunia Mega Bintang. Ya, beliau adalah Ivan Gunawan atau yang akrab disapa Igun menjadi satu-satunya desainer asal Indonesia yang terpilih untuk membuat karya busana yang terinspirasi dari cerita dan karakter Disney's "Cruella". Busana ala Ivan Gunawan ini merupakan rangkaian acara dalam menyambut perilisan film "Cruella". Dalam pembuatan busana ini Igun mengangkat gaya antara dua tokoh utama dalam film tersebut, yaitu Cruella dan Baroness Von Hellman.   Ditemui dalam konferensi pers virtual pada Jumat (21/05), Ivan Gunawan mengungkapkan " Rasanya senang sekali bisa menghadirkan karya spesial yang terinspirasi dari "Cruella". Film ini sangat lekat dengan dunia fashion yang sangat dekat dengan duniaku. Aku harap kolaborasi ini dapat memberikan warna dan cara baru bagi penggemar untuk menikmati cerita, karakter, serta elemen-elemen...

Ali Charisma Serukan Sustainable Fashion dan Galang Donasi, Sekaligus Gandeng 5 Sekolah Fashion Top Indonesia

Hi Fashion People !  Desainer senior Ali Charisma punya cara unik untuk berbagi. Ya, tak tanggung-tanggung sang desainer mendonasikan lebih dari 1000 koleksi outfits yang sudah pernah dirancangnya. Busana yang didonasikan, seperti;  casual wear, evening/cocktail wear, dan wedding dress .  Ali Charisma yang kini menjabat sebagai Nasional Chairman Indonesia Fashion Chamber (IFC) periode 2015 sampai 2023 mendatang, juga berperan aktif, lho di berbagai organisasi atau asosiasi fashion di tanah air, bahkan ia pernah dinobatkan sebagai Ketua Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) 2015 dan President Director Indonesian Fashion Week (IFW) 2012 hingga 2015.  Di masa yang tidak menentu seperti sekarang ini sang desainer tetap berkarya dengan menyuguhkan Acharisma by Ali Charisma yang merupakan second line ready to wear yang ditujukan untuk urban wear hingga resort wear, selain itu dalam pemilihan bahan untuk pembuatan koleksi ini menggunakan bahan-bahan y...

5 Desainer Indonesia Fashion Chamber Berlaga di Panggung Fashion Internasional Global Talent Digital 2020

Hi Fashion People!   Berkembangnya industri fashion di dunia membuat kita semakin tertantang untuk melaju ke depan dengan cara-cara yang baru dan lebih baik. Pertama kalinya dari Global Talent Digital yang berlangsung pada bulan Juni 2020 merupakan acara fashion berskala internasional pertama yang menggabungkan metode online dan offline diluar jadwal musim ( off season ).  Acara ini diselenggarakan oleh Fashion Futurum Initiative dengan dukungan Russian Fashion Council serta Mercedes-Benz Fashion Week Russia . Acara ini berhasil mencatat 2.5 juta views pada sosial media, 100 lebih liputan berbagai media internasional dan ditayangkan langsung pada 100 website di seluruh dunia.  Saat ini Global Talent Digital telah siap dengan penyelenggaraan untuk kedua kalinya. Rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 4-6 September 2020 dengan mengangkat tema baru yaitu SUSTAINABILITY (Keberlanjutan).  Para desainer baru akan berlaga dan ikut andil dengan menampilkan kol...