Skip to main content

TS.THE.LABEL Berhasil Mengguncang Panggung JFFF 2019 Lewat Kolaborasinya Dengan THE SHONET

Hi Fashion People! 
 
Siapa sih, yang nggak kenal dengan desainer Indonesia yang kece satu ini? Ya, Tities Sapoetra! Desainer muda berbakat ini sudah beberapa kali mengeluarkan karyanya di berbagai event fashion week di Jakarta. 

Bahkan beberapa karyanya juga pernah sampai di luar negeri, lho! Nah, kali ini Tities Sapoetra kembali hadir di panggung Jakarta Fashion and Food Festival 2019 (JFFF). Setalah beberapa kali absen di panggung JFFF, ujar pria yang berlesung pipi ini. 



Tities Sapoetra yang berhasil saya wawancarai saat press conference di Hotel Harris Kelapa Gading beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa koleksi dari second line- yang bernama TS.THE.LABEL, kali ini hadir dengan tema  Maze (labirin) "Back At Rules". 

Apa sih maksudnya? Ceritanya berawal ketika ia sedang berlibur di Kota Malang, Jawa Timur. Ia menemukan sebuah tempat labirin di taman Coban Rando. Lalu, terinspirasilah untuk mengakat desain labirin yang ada di taman itu untuk menjadi desain fashion.
 

TS.THE.LABEL ini memiliki karakter dengan design print Maze (labirin) dengan konsep ready to wear. Pada koleksi kali ini TS.THE.LABEL berkolaborasi dengan THE SHONET. Nah, kalian udah tahu belum apa itu THE SHONET? Sedikit saya jelasin, ya!  THE SHONET merupakan salah satu platform ecommerce yang menghadirkan kurasi konten yang menghubungkan pembaca dan brand.
 

Di fashion show-nya kali ini Tities Sapoetra menghadirikan beberapa fashion item yang banyak menggunakan potongan oversized seperti, jaket, celana, kemeja, jumper, blouse, tunik hingga dress dong. keceh ! Eits, jangan salah Tities Sapoetra selalu memprioritaskan kenyaman baju ketika dipakai oleh si pemakai. 

Oleh karena itu Tities Sapoetra selalu selektif dalam memilih bahan untuk fashion item yang akan ia buat. Tak lupa juga buat kamu yang suka berolahraga, sekarang kamu nggak perlu khawatir, karena Tities Sapoetra juga mengeluarkan beberapa koleksi active wear.
 


Oh, iya jangan sampai lupa, di show-nya kali ini "Back At Rules" artinya kembali ke signature-nya TS.THE.LABEL dari Maze (labirin) yang menggunakan warna-warna monochrome (putih, hitam, dan abu-abu) pada design-nya ini sesuai juga dengan signature-nya THE SHONET yang juga memiliki warna monochrome

Karena ada rasa "kecocokan" maka terciptalah kolaborasi TS.THE.LABEL X THE SHONET di panggung Jakarta Fashion and Food Festival 2019. Selain itu Tities Sapoetra masih mempertahankan motif Maze (labirin) seperti pada koleksi-koleksi sebelumnya. Motif labirn juga disematkan sebagai detail patchwork dari look yang ditampilkan.  Kebanykan motiof Maze (labirin) ini berpadu dengan material denim.


Bukan Tities Sapoetra namanya kalau disetiap show-nya selalu menghadirkan pertunjukkan yang menghibur para fashion enthusiast di Ball Room Harris Hotel. Yes, Batle dance dong! Batle dance ini turut menghadirkan Drina Ciputra dan seoarang fashion blogger Anastasia Siantar. 

Di kesempatan itu, Tities Sapoetra mengajak para influencers, model dan artis untuk menjadi muse-nya yaitu, Rangga Moela, Han Chandra, Mike Ethan, Drina Ciputra, Anastasia Siantar, Nazla Alifa, Jryan serta Jovi Adhiguna.


Untuk fashion show-nya kali ini, Tities Sapoetra butuh waktu 2 bulan untuk mempersiapkan kolaborasi yang spektakuler ini.  Terakhir, Tities Sapoetra mengungkapkan bahwa " Untuk show kali ini aku excited banget". Parah!
 

Nah, buat kamu yang masih ingin melihat keseruan fashion show-nya Tities Sapoetra kalian bisa intip di You Tube channel-nya THE SHONET, ya! 

(Yopi Saputra/ Images : Doc. THE SHONET)

Comments

Popular Posts

Sapto Djojokartiko Visualisasikan Seni Sabung Ayam dalam Koleksi Spring/Summer 2021

Hi Fashion People! Desainer kondang Sapto Djojokartiko baru saja meluncurkan koleksi Spring/Summer  2021 yang ditunggu-tunggu para pecinta fashion tanah air. Berkaca pada seluruh rangkaian kejadian yang terjadi di berbagai negara di dunia saat ini, virus Covid-19 mengubah seluruh ritme kerja dan rencana untuk menampilkan koleksi teranyar Sapto Djojokartiko lewat fashion show seperti biasanya dilakukan. Dalam proses menggali kreativitas yang dibutuhkan, Sapto Djojokartiko memilih tetap menghadirkan koleksi terbaru dan tak biasa.  Fashion show kali ini digelar dalam format film digital , sebagai medium alternatif untuk terus memamerkan koleksi teranyarnya meski di tengah pandemi yang masih belum usai. Sapto Djojokartiko mengajak para penonton untuk mendalami proses meditasi di masa pandemi, menghadirkan momen untuk merefleksikan diri, perasaan kebingungan, kemarahan yang juga diimbangi dengan semangat dan jiwa kreativitas yang berlimpah ruah.  "Masa karantina benar-ben...

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Gandeng Komunitas Pers dan Blogger untuk Kampanyekan Berita Ramah Anak

Hi Fashion People , Belakangan ini marak sekali pemberitaan mengenai anak dibawah umur di tanah air yang seringkali menjadi korban dan obyek eksploitasi dari pihak yang tidak bertanggungjawab. Mereka secara terang-terangan mengungkap identitas anak dibawah umur mulai dari wajah, inisial, nama, alamat, nama orang tua kandung, dan sekolah secara sengaja maupun tidak sengaja, sehingga anak tidak terlindungi hak privasinya secara baik.  Tidak hanya itu saja, bahasa pemberitaan terkait anak  terkadang menggunakan bahasa yang kasar bahkan vulgar. Media penyiaran pun juga kerap menampilkan sosok anak yang disamarkan wajahnya dengan menggunakan topeng atau diburamkan wajahnya namun masih bisa dikenali ciri-cirinya.   Kita tahu bahwa anak merupakan amanah dari Tuhan Yang Maha Esa, yang memiliki harkat dan martabat sebagaimana manusia seutuhnya, karena itu ia berhak mendapatkan perlindungan. Selain itu anak merupakan generasi penerus bangsa yang wajib dilindungi dari berbagai ...

Pilih Produk Kecantikan yang Terverifikasi Lestari, Demi Wujudkan Komoditas Lokal

Hi Fashion People ! Hadirnya berbagai macam teknologi mutakhir dari sisi social media maupun sistem pembayaran elektronik, secara tidak langsung membuat para konsumen "dimanjakan" untuk bergaya hidup konsumtif dengan berbelanja berbagai macam produk, termasuk produk kecantikan. Tentu saja ini bukanlah satu-satunya penyebabnya, karena secara bersamaan memang ada peningkatan permintaan pengiriman produk kecantikan baik secara global maupun domestik. Hal itu berbanding lurus dengan banyaknya perusahaan-perusahaan yang  bermunculan  bergerak dibidang social commerce serta   masih dibatasinya segala aktivitas masyarakat di luar rumah, karena pandemi Covid-19 yang belum usai. Dari strategi pemasaran produk, jika dibandingkan dengan sistem pemasaran dan sistem pembayaran 5-10 tahun lalu yang masih menggunakan media offline , seperti koran, baliho, majalah maupun billboard , kini media online , seperti social media dan  ecommerce memegang peranan penting dalam peningk...