Skip to main content

Surabaya Fashion Parade (SFP) 2020 Hadirkan Konsep Green Fashion yang Ramah Lingkungan

Hi Fashion People! 

Pergelaran fashion show ternama di Surabaya yaitu Surabaya Fashion Parade (SFP) kembali hadir untuk ke-13 kalinya. Ya, tahun ini sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Surabaya Fashion Parade 2020 ini dilakukan secara virtual mengingat pandemi Covid-19 yang belum usai. 


Surabaya Fashion Parade (SFP) merupakan pergelaran fashion yang diciptakan 13 tahun yang lalu di Tanjungan Plaza oleh Dian Apriliana Dewi, penggagas sekaligus founder dari Surabaya Fashion Parade (SFP). Sejak 2017, Surabaya Fashion Parade (SFP) bekerja sama dengan Indonesia Fashion Chamber (IFC) dan desainer-desainer yang menjadi anggota IFC untuk bersama-sama menciptakan fashion event yang spektakuler, dan terbukti dengan banyaknya para peminat di Jawa Timur khususnya yang menunggu ajang tahunan ini. 

Ajang tahunan ini bertujuan untuk memberikan wadah dan memberikan apresiasi kepada penggiat fashion, mulai dari desainer, pengajar, pengrajin, model, hingga siswa sekolah fashion untuk terlibat dalam dunia fashion dengan menampilkan karya-karya mereka. 

Di tahun ke-13 ini, Surabaya Fashion Parade (SFP) 2020 mengangkat tema 'Viable' yang diambil dari bahasa inggris berarti mampu bertahan hidup dalam kondisi tertentu. Dengan menitikberatkan pada konsep sustainability, dimana arah fashion industry sekarang sedang mengalami pergeseran dan perubahan. Berawal dari pemanfaatan teknologi yang dinamis, ditambah dengan mulainya peduli terhadap green fashion, maka dari itulah Surabaya Fashion Parade (SFP) 2020 mengangkat isu ini agar bisa menjadikan bagian dari kampanye sustainable fashion secara berkelanjutan.  

Mengangkat tema sustainable fashion, maka dampak buruk dalam memproduksi fashion dapat ditekan, sehingga orang-orang yang terlibat di dalamnya dapat menciptakan invoasi-inovasi yang ramah lingkungan. 

Menghadapi tahun 2020 yang penuh dengan tantangan, dan hadirnya Covid-19, maka panitia SFP tetap menyelenggarakan Surabaya Fashion Parade 2020 meskipun dengan konsep yang berbeda dan mengikuti protokol kesehatan. Perubahan konsep acara ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi panitia SFP karena perubahan konsep, berarti mengubah semua kompetisi acara dan parsiapan yang sudah jauh direncanakan. 


Sebanyak 18 desainer yang turut memeriahkan Surabaya Fashion Parade (SFP) 2020 secara virtual, yaitu Deden Siswanto, Alben Ayub Andal, Aldre, Dibya, dan beberapa desainer dari IFC Surabaya. Koleksi yang diperagakan oleh desainer tidak kalah menarik perhatian. Mulai dari busana ready to wear, modest, dan blouse yang tampak menghiasi panggung SFP ke-13. 

Baca Juga

Tidak lupa kompetisi Model Search 2020 dan Surabaya Fashion Designer Award 2020. Perhelatan ini menjadi bukti bahwa para desainer masih tetap bisa berkarya dan memberikan kontribusi terhadap lingkungan lewat fashion industry. Terakhir, buat kamu yang belum menonton atau  ingin menonton kembali keseruan Surabaya Fashion Parade ke -13 bisa diakses di youtube channel Surabaya Fashion Parade. 

(Yopi Saputra/Image : Doc. Surabaya Fashion Parade 2020)

Comments

Popular Posts

SVH Luncurkan Lini Mode Kedua "Drips by SVH" dengan Konsep Unisex dan Ramah Lingkungan

Hi Fashion People ,  Beberapa waktu yang lalu saya menghadiri konferensi pers dari brand lokal SVH . Tahun ini SVH memperkenalkan lini mode terbarunya, yaitu Drips by SVH "Volume 1" . Drips by SVH merupakan lini kedua pakaian SVH yang mengusung konsep essential unisex clothing dan mengedepakan material ramah lingkungan.  Drips by SVH ini juga berfokus pada pakaian sehari-hari dengan desain yang simple namun tetap memberikan sentuhan khas dari SVH dalam varian warna-warna nan lembut.  " Kita kerap dikelilingi oleh alam, jadi dalam proses desain juga terinspirasi dari alam, " cerita Bambang Wahyudi Praja , Creative Director dari SVH dalam konferensi pres daring.  Untuk mewujudkan mimpinya tersebut, Bambang menghadirkan koleksi Drips by SVH dengan menggunakan bahan 100 persen serat kapas yang diproses tanpa chemical treatment. Menurut Bambang, saat ini kita lebih mudah mendapatkan akses ke bahan-bahan yang ramah lingkungan. Ini pun membuat timnya untuk lebih ...

Jadi Trend Fashion 2021: Homewear Hadir Dalam Balutan Busana Nan Elegan dan Minimalis

  Hi Fashion People ! Berpenampilan menarik, high fashion dan menjadi pusat perhatian orang banyak tentu saja boleh, tetapi perlu untuk kamu ingat, bahwa  tidak semua trend fashion terkini yang ada di luaran sana bisa cocok dengan personal style dan nyaman saat kamu mengenakannya di Indonesia. Salah satu faktornya adalah iklim yang berbeda. Nah, kali ini saya mencoba merangkum trend fashion 2021 lewat karya-karya para perancang busana di tanah air sepanjang tahun 2020. Check this out !  Homewear   Masa pandemi Covid-19 membuat dan menuntut kita untuk lebih kreatif dalam memadupadankan busana yang akan dikenakan untuk keluar rumah, maupun sebaliknya. One set homewear (busana rumahan) dengan ragam motif yang unik nan lucu hadir dari dress rumahan dengan desain yang simple , cantik namun tetap fashionable dan most wanted di tahun 2021.  Dulu homewear (busana rumahan) didesain dengan potongan lehernya yang bener-benar seperti piyama pada umumnya, maka tahun...

Green Jobs : Tawarkan Bisnis Ramah Lingkungan Pada Industri Fashion

Hi Fashion People !  Kemunculan internet dalam kehidupan manusia memberikan segala bentuk kemudahan ketika mengakses berbagai hal yang diinginkan. Kini internet sudah menjadi kebutuhan wajib bagi sebagian besar masyarakat, khususnya yang tinggal di perkotaan. Semua berkembang sangat cepat, sehingga turut mempengaruhi pertumbuhan dan kinerja di beberapa sektor industri, termasuk industri fashion.   Kemudahan dalam mengakses internet lewat berbagai perangkat, membuat banyaknya situs social commerce bermunculan dengan memberikan kemudahan pelayanan dalam berbelanja secara online tanpa perlu ribet ke luar rumah.  Fasilitas itu langsung dimanfaatkan oleh para pebisnis fashion dengan mengubah cara orang dalam memperlakukan pakaian mereka, dan membuat orang dengan gampangnya membeli pakaian secara tidak bijak, sehingga berakhir pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA).  Di tengah gemerlapnya industri fashion di seluruh dunia, banyak yang tidak tahu bahwa industri fashion ...