Skip to main content

Ali Charisma Serukan Sustainable Fashion dan Galang Donasi, Sekaligus Gandeng 5 Sekolah Fashion Top Indonesia

Hi Fashion People

Desainer senior Ali Charisma punya cara unik untuk berbagi. Ya, tak tanggung-tanggung sang desainer mendonasikan lebih dari 1000 koleksi outfits yang sudah pernah dirancangnya. Busana yang didonasikan, seperti; casual wear, evening/cocktail wear, dan wedding dress

Ali Charisma yang kini menjabat sebagai Nasional Chairman Indonesia Fashion Chamber (IFC) periode 2015 sampai 2023 mendatang, juga berperan aktif, lho di berbagai organisasi atau asosiasi fashion di tanah air, bahkan ia pernah dinobatkan sebagai Ketua Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) 2015 dan President Director Indonesian Fashion Week (IFW) 2012 hingga 2015. 

Di masa yang tidak menentu seperti sekarang ini sang desainer tetap berkarya dengan menyuguhkan Acharisma by Ali Charisma yang merupakan second line ready to wear yang ditujukan untuk urban wear hingga resort wear, selain itu dalam pemilihan bahan untuk pembuatan koleksi ini menggunakan bahan-bahan yang aman bagi lingkungan, salah satu bahan yang dipakai, yaitu viscose buatan Indonesia dan zero waste

Sebenarnya, jauh sebelum adanya pandemi, Ali Charisma sudah mulai belajar mengenai gaya hidup berkelanjutan dan mulai mencari informasi-informasi seputar sustainable fashion dan apa dampaknya pada dunia, serta apa yang akan ia bisa lakukan untuk Indonesia. 

Karena sudah mulai paham dengan konsep gaya hidup berkelanjutan, maka Ali Charisma tidak ingin karya-karyanya hanya menjadi pajangan atau tempat penyimpanan saja di workshop

Setelah paham akan dampak dari limbah fashion, akhirnya ia memutuskan untuk membuat program donasi baju yang bekerja sama dengan Benih Baik.com. Dimana busana ini bisa bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Kamu hanya cukup berdonasi 10 persen dari nilai baju yang ingin kamu beli. 

Uang yang dikumpulkan dari Benih Baik.com akan dipakai untuk membelikan pakaian sekolah bagi anak-anak yang tertinggal di daerah terpencil di Indonesia. 

Selain program berbagi, Ali Charisma juga mengadakan virtual fashion show yang telah dilaksanakan pada 26 Februari hingga 28 Februari 2021 lalu, di akun YouTube milik Ali Charisma dan sosial media Instagram. 

Program keren ini juga melibatkan 5 sekolah fashion di Indonesia, yaitu ESMOD Jakarta, Ciputra University Surabaya, Istituto di Moda Burgo Indonesia, Institut Seni Indonesia Denpasar, dan Institut Kesenian Jakarta. 

ESMOD Jakarta  

Sekolah fashion ESMOD Jakarta dalam 2 tahun terakhir sudah mulai mengampanyekan mengenai pentingnya sustainable fashion (berkelanjutan). Lewat pengaplikasian "Zero Waste Pattern" dalam beberapa kegiatan, seperti kelas belajar mengajar regular, workshop hingga roadshow, ESMOD Jakarta mengajak lebih banyak mengedukasi banyak orang untuk menggunakan bahan semaksimal dan  memanfaatkan limbah dari bahan yang telah digunakan. 


Salah satu program yang sudah dilakukan oleh ESMOD Jakarta, yaitu mengadakan kompetisi FAV (Fashion Art Vibes) yang diadakan pada 2020 lalu, ESMOD Jakarta mengusung tema "Deco Reco"yaitu sebuah konsep rekontruksi pakaian lama menjadi baru kembali. 

Selain itu, sekolah fashion yang sudah banyak melahirkan desainer-desainer kondang tanah air, seperti Sapto Djojokartiko, Dian Pelangi dan masih banyak yang lainnya. ESMOD Jakarta juga bekerja sama dengan produsen fiber berbahan dasar ramah lingkungan untuk dijadikan project. Intinya ESMOD Jakarta ingin mengedukasi masyarakat mengenai sustainable fashion

Ciputra University Surabaya 

Selain ESMOD Jakarta yang ikut berpartisipasi di acara "Sustainable Fashion by Ali Charisma", Ciputra University Surabaya juga ikut mendukung gerakan sustainable fashion dengan memberikan edukasi mengenai konsep dan praktek sustainable fashion kepada generasi muda untuk masa depan planet bumi dan manusia masa depan.
 

Program bidang studi produk dan fashion business Universitas Ciputra Surabaya mempersembahkan fashion show virtual dengan tema "ECO CREATE" yang menghadirkan karya-karya desain dan produk fashion yang mengangkat isu yang mengenai sustainable fashion. 

Institut Kesenian Jakarta 

Tidak mau kalah dengan dua sekolah fashion sebelumnya, Institut Kesenian Jakarta atau biasa dikenal dengan sebutan IKJ ini juga ikut berpartisipasi untuk tampil dalam opening fashion show virtual sustainable and charity bersama dengan Ali Charisma


IKJ menampilkan karya-karya dari mahasiswa desain produk mode Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta, yang mana juga ikut dalam gerakan sustainable and charity fashion, Untuk program studi desain produk mode yang bernaung dibawah Fakultas Seni Rupa IKJ, dalam berkarya kreatif saja tidak cukup, tetapi juga harus peduli dengan lingkungan. 

Menampilkan karya dari lima mahasiswa program studi desain produk mode Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Menampilkan 30 karya fashion dari lima mahasiswa yang masing-masing mahasiswa menampilkan 6 karya, yang terdiri dari lima karya ready to wear dan satu karya art wear. Karya yang tampil adalah karya Tugas Akhir mahasiswa yang dipilih karena kesesuaian tema karya dengan tema besar fashion show virtual tersebut. 

Institut Seni Indonesia Denpasar

Selanjutnya ada Institut Seni Indonesia Denpasar yang diberi kesempatan oleh Ali Charisma untuk tampil dalam opening fashion show virtual. Mengangkat tema besar sustainability, interpretasi ISI Denpasar sendiri mengacu pada keberlangsungan yang tidak semata hanya mengedepankan bahan yang ramah lingkungan. 


Melainkan juga memperhatikan aspek lain seperti energi yang ditanamkan oleh setiap pengrajin, penjahit dan semua orang yang terlibat dalam pengerjaan sebuah karya fashion, serta unsur budaya Indonesia yang disematkan di dalamnya. Interpretasi kami sejalan dengan statement Ali Charisma yang menyebutkan bahwa terdapat pakem dalam sustainable fashion yang terdiri atas 3 pilar, yaitu people, planet dan profit.

Dalam virtual fashion show ini, ISI Denpasar menghadirkan puluhan karya mahasiswa dari program studi desain mode, FSRD, Institusi Seni Indonesia Denpasar. Terdiri atas busana dengan sentuhan natural dyeing, tekstil tradisional yang ramah lingkungan hasil kreativitas para pengrajin lokal, mengedepankan zero waste yang seluruhnya berlandaskan pada ide pemantik kearifan lokal Indonesia. Apa yang kami lakukan merupakan bentuk upaya kami untuk menunjukkan kasih kami pada bumi.

Istituto di Moda Burgo Indonesia 

Terakhir ada IMB Indonesia, sekolah fashion yang berasal dari Milan ini juga sudah cukup lama bekerja sama dengan sang desainer Ali Charisma. Dalam rilisannya Ali Charisma adalah seorang mentor dari program fashion entrepreneur sejak 2015. 


Selain itu Ali Charisma juga menggandeng desainer-desainer muda jebolan Burgo Indonesia untuk fashion show di dalam maupun di luar negeri, seperti Jakarta Fashion Week, Hongkong Fashion Week, Paris Fashion Show. 

Baca Juga : 
Mengenai program sustainable fashion (berkelanjutan) menurut founder Burgo Indonesia Jenny Yohana Kansil, Istituto di Moda Burgo Indonesia sedang memperkenalkan kepada mahasiswanya untuk mulai peduli dengan bahan dasar yang akan digunakan, dan mulai untuk mengurangi bahan kimia dan menggantinya dengan bahan organik. 

(Yopi Saputra/Image : Doc. Tim Ali Charisma)

Comments

  1. ohhh baju2nya dijual2in, aku pikir baju yang dirancang itu yang didonasikan, atuhlah kebayang baju2 model gitu dipakai emak2 di desa buat pergi ke sawah hihihi

    ReplyDelete
  2. Jadi ingat jaman saya kecil suka lihat peragaan busana di TV. Sekarang pun masih suka lihatin fashion show di youtube, instagram, suka sama koleksi pakaian yang di rancangboleh desainer yang dikenakan oleh model cantuk dan tampan.

    Saya setuju harus gunakan bahan dasar pakaian yang organik .

    ReplyDelete
  3. Konsepnya bagus ya, sustainable fashionwear
    kalo ga salah si Emak Gaoel udah mulai me-redesain dan me-recycle bahan baju bekas deh, dijadiin tote bag dan keset!

    memang - bumi udah kepenuhan sampah, jadi ini bisa jadi solusi praktis! Salut!

    ReplyDelete
  4. Wah ini keren banget konsepnya. Jadi berkelanjutan gitu ya. Aku seneng banget baca aktivitas yang sayang bumi seperti ini. Semoga jadi inspirasi bagi desainer2 yang lainnya

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts

Persembahan Maha Karya Ivan Gunawan Berkolaborasi dengan Disney Indonesia Lewat Film Cruella

 Hi Fashion People ! Siapa sih yang tidak mengenal sosok desainer kondang, selebriti dan national director dari Yayasan Dunia Mega Bintang. Ya, beliau adalah Ivan Gunawan atau yang akrab disapa Igun menjadi satu-satunya desainer asal Indonesia yang terpilih untuk membuat karya busana yang terinspirasi dari cerita dan karakter Disney's "Cruella". Busana ala Ivan Gunawan ini merupakan rangkaian acara dalam menyambut perilisan film "Cruella". Dalam pembuatan busana ini Igun mengangkat gaya antara dua tokoh utama dalam film tersebut, yaitu Cruella dan Baroness Von Hellman.   Ditemui dalam konferensi pers virtual pada Jumat (21/05), Ivan Gunawan mengungkapkan " Rasanya senang sekali bisa menghadirkan karya spesial yang terinspirasi dari "Cruella". Film ini sangat lekat dengan dunia fashion yang sangat dekat dengan duniaku. Aku harap kolaborasi ini dapat memberikan warna dan cara baru bagi penggemar untuk menikmati cerita, karakter, serta elemen-elemen...

5 Desainer Indonesia Fashion Chamber Berlaga di Panggung Fashion Internasional Global Talent Digital 2020

Hi Fashion People!   Berkembangnya industri fashion di dunia membuat kita semakin tertantang untuk melaju ke depan dengan cara-cara yang baru dan lebih baik. Pertama kalinya dari Global Talent Digital yang berlangsung pada bulan Juni 2020 merupakan acara fashion berskala internasional pertama yang menggabungkan metode online dan offline diluar jadwal musim ( off season ).  Acara ini diselenggarakan oleh Fashion Futurum Initiative dengan dukungan Russian Fashion Council serta Mercedes-Benz Fashion Week Russia . Acara ini berhasil mencatat 2.5 juta views pada sosial media, 100 lebih liputan berbagai media internasional dan ditayangkan langsung pada 100 website di seluruh dunia.  Saat ini Global Talent Digital telah siap dengan penyelenggaraan untuk kedua kalinya. Rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 4-6 September 2020 dengan mengangkat tema baru yaitu SUSTAINABILITY (Keberlanjutan).  Para desainer baru akan berlaga dan ikut andil dengan menampilkan kol...