Skip to main content

Pilih Produk Kecantikan yang Terverifikasi Lestari, Demi Wujudkan Komoditas Lokal

Hi Fashion People !

Hadirnya berbagai macam teknologi mutakhir dari sisi social media maupun sistem pembayaran elektronik, secara tidak langsung membuat para konsumen "dimanjakan" untuk bergaya hidup konsumtif dengan berbelanja berbagai macam produk, termasuk produk kecantikan.


Tentu saja ini bukanlah satu-satunya penyebabnya, karena secara bersamaan memang ada peningkatan permintaan pengiriman produk kecantikan baik secara global maupun domestik. Hal itu berbanding lurus dengan banyaknya perusahaan-perusahaan yang bermunculan bergerak dibidang social commerce serta masih dibatasinya segala aktivitas masyarakat di luar rumah, karena pandemi Covid-19 yang belum usai.

Dari strategi pemasaran produk, jika dibandingkan dengan sistem pemasaran dan sistem pembayaran 5-10 tahun lalu yang masih menggunakan media offline, seperti koran, baliho, majalah maupun billboard, kini media online, seperti social media dan ecommerce memegang peranan penting dalam peningkatan penjualan produk kecantikan. 



Maka tak heran banyak dari brand-brand kecantikan yang mulai secara berangsur-angsur meninggalkan pola pemasaran yang konvensional. Mereka lebih memilih untuk bekerjasama dengan beauty vlogger, beauty blogger, selebgram maupun brand ambassadors untuk menjual produk mereka di pasaran. Hal ini sebanding dengan banyaknya  platform social media yang mendukung aktivitas tersebut. 

Industri kecantikan dan trend sustainable beauty 

Industri per-beauty-an atau kecantikan belakangan ini tengah berkembang dengan pesat. Tidak dipungkiri, bahwa hal ini dikarenakan urgensi bagi kebanyakan orang dituntut untuk tampil cantik dan sebaik mungkin. 

Selain itu, semakin banyak orang yang menyadari akan pentingnya merawat tubuh secara "berlebihan" dari mulai rambut hingga ujung mata kaki. Hal ini tentunya mendatangkan kabar baik bagi para pebisnis di bidang kecantikan untuk menghadirkan ragam produk kecantikan mulai dari  makeup, skincare, body care, hair care yang belum tentu semua aman bagi tubuh dalam jangka waktu yang panjang.


Trend
industri kecantikan yang kian pesat, memiliki dampak yang mungkin sebagian orang belum menyadarinya, salah satunya, yaitu meningkatnya jumlah sampah bekas kemasan produk kecantikan. Menurut berbagai sumber, industri kecantikan menghasilkan sebanyak 120 miliar kemasan setiap tahunnya. Impressive !

Kebanyakan kemasan produk tersebut tidak dapat didaur ulang, sehingga tidak ramah pada lingkungan dan ramah sosial. Akibat dari itu, banyak pihak, seperti pemerhati lingkungan atau aktivis dan brand mulai membuat konsep sustainable beauty sebagai solusinya. Agar generasi selanjutnya masih dapat menikmati planet bumi sebagai tempat tinggal.   

Apa itu sustainable beauty

Sederhananya sustainable beauty berarti beauty routine yang dilakukan aman untuk makhluk hidup dan lingkungan. Karena pada dasarnya manusia sering lupa, bahwa ia hanya berfokus untuk mempercantik diri sendiri dan terkadang lupa untuk tidak mempercantik lingkungan sekitar. Bahkan sebaliknya, bisa saja berbahaya bagi lingkungan sekitar dan makhluk hidup. 


Standar produk kecantikan yang benar-benar layak disebut sebagai sustainable beauty, yaitu Pertama, dapat didaur ulang, Kedua, tidak membahayakan makhluk hidup (cruelty free) dengan logo Leaping Bunny, Ketiga, adanya sertifikasi untuk praktik bisnis yang baik (misalkan Fair Trade), Keempat, bahan-bahan yang digunakan mengandung bahan yang sustainable juga alias bahan yang alami dan aman untuk digunakan dalam jangka waktu yang panjang. 

Memilih produk kecantikan yang ramah lingkungan dan ramah sosial

Produk kecantikan yang ramah lingkungan berarti produk yang diproduksi atau dibuat dengan nilai dan kaidah-kaidah yang tidak merusak lingkungan, berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan, serta ramah sosial. 

Selain itu, bahan utama pembuatannya produk kecantikan ini terbuat dari bahan-bahan organik yang tidak merusak lingkungan, tidak menimbulkan polusi,  harganya bersahabat, dan diproduksi oleh para komoditas asli lokal


Indonesia sebagai negara yang memiliki banyak potensi akan keragaman komoditas lokal dan sumber daya alam yang melimpah, tentunya memiliki peluang yang besar untuk ikut berbisnis di bidang sektor industri kecantikan dan kesehatan. 

Memakai dan menggunakan produk komoditas asli lokal tentunya sudah menjadi suatu keharusan bukan? selain membantu perekonomian dalam negeri, kita juga ikut memberdayakan masyarakat lokal untuk mendapatkan penghasilan, selain itu bahan pembuatannya pun juga alami dan mudah ditemukan di lingkungan sekitar. 

Rekomendasi Produk Kecantikan Organik  

Buat kamu yang baru ingin memulai untuk hidup dengan sustainable beauty, coba intip beberapa produk pilihan merek kecantikan lokal yang semua produknya organik! 

1. The Bath Box 

Siapa sih yang tidak kenal dengan produk kecantikan yang satu ini? Ya. produk kecantikan satu ini berfokus pada the need for natural hair for natural and handmade skin and hair care treatment. Salah satu produk The Bath Box yang paling booming adalah Goat's Don't Lie Liquid Soap yang memakai bahan utama susu kambing. Selain sabun cair, ada juga produk perawatan rambut, bibir, sampai masker wajah yang terbuat dari bahan-bahan organik. 


2. Vimala 

Produk kecantikan selanjutnya yang bisa kamu coba adalah Vimala. Ya, produk kecantikan yang melabeli 100% natural pada desain packaging produknya berhasil menarik perhatian banyak orang. Vimala memiliki beragam produk yang bisa kamu coba mulai dari body mist, sabun, lip balm, sampai minyak aromaterapi. Tentunya produk ini sudah tidak diragukan lagi, karena dibuat dengan bahan alami, sehingga kamu tidak perlu ragu lagi untuk mencobanya. 


3. Pavettia 

Terakhir ada Pavettia, yaitu produk kecantikan yang baru merambah industri kecantikan lokal tanah air. Walaupun masih terbilang baru, jangan dipandang sebelah mata, ya. Soalnya selain memiliki rangkaian produk perawatan yang komplit, semua bahan yang dipakai untuk produk ini diambil dari perkebunan yang ditanam sendiri, lho! Mereka memiliki perkebunan khusus di daerah Subang, Jawa Barat. Selain itu mereka juga melibatkan para petani lokal. Kece!


Memiliki kulit tubuh yang bersih dan sehat tidak harus memakai produk-produk mahal, kok. Kini sudah banyak produk kecantikan asal lokal berbahan dasar organik yang secara kualitas tidak bisa diragukan lagi khasiatnya dan pastinya aman di kantong. Bagaimana kamu tertarik memiliki kulit tubuh yang cantiknya dari alam? 


 
(Yopi Saputra/Image : Doc. Pinterest, Pavettia,Vimala,The Bath Box)

Sumber Referensi :

  • stylo.grid.id "Mengenal Konsep Sustainable Beauty, Solusi Masalah Sampah Kemasan Akibat Tren Skincare. stylo.grid.id, 23 Oktober 2020. 
  • femaledialy.com "Gimana Cara Mulai Menerapkan Sustainable Beauty Sehari-hari?" femaledialy.com, 2 April 2020. 
  • e-journal "Sustainable Beauty: Kesiapan Konsumen Di Indonesia Dalam Mengintegrasikan Konsep Keberlanjutan Dalam Pengelolaan Sampah Kemasan Plastik Produk Industri Kecantikan, 2 November 2020.  








Comments

  1. Sangattt harusss pake produk lokal 😁

    ReplyDelete
  2. omg... me salah satu yang secara tidak langsung ikutin trend aplagi klo masalah skincare dan kawan-kawannya. tapi kayanya ini aku tertarik sama the bath box deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cobain kak produknya kak, nanti coba review ya kak

      Delete
  3. Produk yang sustainable termasuk kosmetik jadi pilihan kita sekarang ini yang sadar akan lingkungan hidup.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar sakali kak, minimal dimulai dari diri kita sendiri dulu ya.

      Delete
  4. produk kecantikan yg pasti aman digunakan dan tdk mengandung bahan berbahaya ya. Aku lebih suka malah dengan ada kandungan herbal atau bahan2 alami

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener kak. Aku juga dulu waktu SMP sudah dikenalin sama orang tua kalo misalkan sakit atau kurang enak badan jangan mengandalkan obat kimia begitupun mengenai perawatan tubuh. Tapi aku juga masih belajar, semoga tidak terlalu banyak merusak lingkungan .

      Delete
  5. Setuju. Saat ini memang sedang gencar melakukan aksi bahwa kita harus peduli juga terhadap lingkungan. Memilih produk kecantikan pun tidak asal dan jangan sembarangan ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak, ini sebagai bentuk aksi kita ya. Walaupun aku belum seutuh-nya go-green, tapi setidaknya dengan artikel ini aku mau mengajak para pembacaku untuk lebih aware terhadap lingkungan. Ya, minimal dalam lingkungan sekitar.

      Delete
  6. Setuju sih, harga memang relatif. Tapi kita harus lebih selektif dalam memilih kandungan produknya. Yang mengandung herbal better than yang mengandung zat kimiawi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas. Ada juga kok harga yang lebih mahal, karena mungkin bahan atau packagingnya yang handmade jadi harganya sedikit mahal. Tapi itu balik ke kita lagi sih ya, ada produk kecantikan yang relatif murah dan sudah menggunakan bahan-bahan organik.

      Delete
  7. Meskipun saya jarang banget rajin melakukan perawatan kecantikan rutin di rumah, tetapi saya juga suka mencari produk-produk kecantikan alami seperti facial wash dan juga sesuai dengan jenis wajah saya , dan juga lumayan suka nyari-nyari produk shampoo alami yang cocok untuk masalah rambut saya

    ReplyDelete
  8. informative banget tulisannya kak
    udah lama saya ingin pindah skin care karena masalah keberlanjutan ini
    sebelumnya nggak tau harus beli apa
    terimakasih ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih kak sudah suka dengan tulisan saya. Semoga bermanfaat ya kak.

      Delete
  9. wah benar ya kak..
    sudah saatnya beralih ke produk lokal yg sustainable gini

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama-sama belajar kita ya kak. Aku pun masih belajar ya, walaupun belum seutuhnya go-green tapi setidaknya mencoba ya kan?

      Delete
  10. Aku suka banget dengan produk yang memiliki kandungan herbal, sebab aku mulai mengikuti gaya hidup back to nature, terima kasih atas rekomendasinya harus cobain nih.

    ReplyDelete
  11. aku baru tau brand pavettia, udah 5 tahun ya kalau ga salah. sempet browsing pas cari produk natural dalam negeri. ada juga brand skintergrity kak yopi, itu rebrandingnya amorena

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh iya? aku belum cari tahu lebih dalam nih. Terima kasih kak infonya ya. Ku coba ceki-ceki dlu ya mana tahu cocok juga sama aku.

      Delete
  12. Aku juga makin cinta sama produk lokal. Memang produk lokal itu ternyata banyak yang bagus ya, apalagi kalau yang dipakai bahan alami. Jadi minim iritasi. Ramah di kulit, ramah juga untuk lingkungan.

    ReplyDelete
  13. Aku pernah coba the bath box. Yg lain baru dengar. Kyknya aq harus coba juga nih yg lain

    ReplyDelete
  14. Membanggakan banget sih nih produk lokal rasa international, packagingnya juga sangat diperhatikan plus pastinya kandungannya udah pasti dong cocok sama kulit wajah Indonesia yaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener banget kak, karena organik jadi bahan-bahannya pun juga diambil dari tumbuhan yang memang berasal dari alam Indonesia. Jadi bisa dikatakan aman.

      Delete
  15. aku juga pilih pake produk yg sustainable nih skekarang, untungnya di bulkstore ada produk perawatan badan juga.. suka sekarang nih banyak produk lokal yang makin peduli sama alam ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, semoga terus konsisten ya kak. Akun masih banyak belajar juga sebenarnya. Gak apa-apa kan ya? yang penting sudah mencoba dan mempraktekannya.

      Delete
  16. Ga2l fokus sama cover di awal. Jadi, ini produk perawatan kecantikan ya bukan ketampanan.
    Pilihan produk di atas, coba aku referensikan ke mamaku deh*

    ReplyDelete
  17. Duh kok saya baru tau brand2 itu ya. Kudet bgt nih. Jadi pengen coba salah satu produknya biar tetap bisa jaga lingkungan (environmental friendly)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyes, kak. Monggo di cek di official website-nya ya! atau di socmed mereka juga boleh.

      Delete
  18. Setuju banget kak, limbah kosmetik adalah yang terbanyak setelah fashion. jadi harus pilih sustainable beauty saat ini. cantik utk diri juga sayang sama lingkungan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sedih, ya! Tapi semoga dengan program menggunakan bahan ramah lingkungan dapat berkontribusi dalam melestarikan lingkungan kita untuk kedepannya ya kak.

      Delete
  19. Produk lokal yang suitainable harus banget didukung ya.. karena ini tidak merusak lingkungan semoga makin banyak produk yg peduli pada lingkungan ini..

    ReplyDelete
  20. waah setuju banget nih, kita juga harus mikirkan llingkungan biar sama-sama cantik dan terawatnya yaa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selain cantik alami dari produk organik, kita juga ikut berperan dalam melindungi bumi juga ya kak.

      Delete
  21. Kedepannya kosmetik berbahan organik makin banyak peminatnya. Setuju, Indonesia ini kaya sumber alamnya. Semestinya bisa menciptakan tren produk kosmetik dari bahan alami khas Indonesia.
    PRnya mungkin ada di pengemasan dan pemasarannya.
    Tapi sekarang produk lokal kemasannya keren-keren, ngga kalah sama produk luar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kak. Makanya, yuk, kita mulai pakai produk dalam negeri dari sekarang dan berkontribusi untuk alam ya kak.

      Delete
  22. Sekarang makin banyak produk lokal berkualitas ya, bahannya pun alami

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts

SVH Luncurkan Lini Mode Kedua "Drips by SVH" dengan Konsep Unisex dan Ramah Lingkungan

Hi Fashion People ,  Beberapa waktu yang lalu saya menghadiri konferensi pers dari brand lokal SVH . Tahun ini SVH memperkenalkan lini mode terbarunya, yaitu Drips by SVH "Volume 1" . Drips by SVH merupakan lini kedua pakaian SVH yang mengusung konsep essential unisex clothing dan mengedepakan material ramah lingkungan.  Drips by SVH ini juga berfokus pada pakaian sehari-hari dengan desain yang simple namun tetap memberikan sentuhan khas dari SVH dalam varian warna-warna nan lembut.  " Kita kerap dikelilingi oleh alam, jadi dalam proses desain juga terinspirasi dari alam, " cerita Bambang Wahyudi Praja , Creative Director dari SVH dalam konferensi pres daring.  Untuk mewujudkan mimpinya tersebut, Bambang menghadirkan koleksi Drips by SVH dengan menggunakan bahan 100 persen serat kapas yang diproses tanpa chemical treatment. Menurut Bambang, saat ini kita lebih mudah mendapatkan akses ke bahan-bahan yang ramah lingkungan. Ini pun membuat timnya untuk lebih ...

Jadi Trend Fashion 2021: Homewear Hadir Dalam Balutan Busana Nan Elegan dan Minimalis

  Hi Fashion People ! Berpenampilan menarik, high fashion dan menjadi pusat perhatian orang banyak tentu saja boleh, tetapi perlu untuk kamu ingat, bahwa  tidak semua trend fashion terkini yang ada di luaran sana bisa cocok dengan personal style dan nyaman saat kamu mengenakannya di Indonesia. Salah satu faktornya adalah iklim yang berbeda. Nah, kali ini saya mencoba merangkum trend fashion 2021 lewat karya-karya para perancang busana di tanah air sepanjang tahun 2020. Check this out !  Homewear   Masa pandemi Covid-19 membuat dan menuntut kita untuk lebih kreatif dalam memadupadankan busana yang akan dikenakan untuk keluar rumah, maupun sebaliknya. One set homewear (busana rumahan) dengan ragam motif yang unik nan lucu hadir dari dress rumahan dengan desain yang simple , cantik namun tetap fashionable dan most wanted di tahun 2021.  Dulu homewear (busana rumahan) didesain dengan potongan lehernya yang bener-benar seperti piyama pada umumnya, maka tahun...

Green Jobs : Tawarkan Bisnis Ramah Lingkungan Pada Industri Fashion

Hi Fashion People !  Kemunculan internet dalam kehidupan manusia memberikan segala bentuk kemudahan ketika mengakses berbagai hal yang diinginkan. Kini internet sudah menjadi kebutuhan wajib bagi sebagian besar masyarakat, khususnya yang tinggal di perkotaan. Semua berkembang sangat cepat, sehingga turut mempengaruhi pertumbuhan dan kinerja di beberapa sektor industri, termasuk industri fashion.   Kemudahan dalam mengakses internet lewat berbagai perangkat, membuat banyaknya situs social commerce bermunculan dengan memberikan kemudahan pelayanan dalam berbelanja secara online tanpa perlu ribet ke luar rumah.  Fasilitas itu langsung dimanfaatkan oleh para pebisnis fashion dengan mengubah cara orang dalam memperlakukan pakaian mereka, dan membuat orang dengan gampangnya membeli pakaian secara tidak bijak, sehingga berakhir pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA).  Di tengah gemerlapnya industri fashion di seluruh dunia, banyak yang tidak tahu bahwa industri fashion ...