Skip to main content

Trend Fashion Muslim di Ramadan Runaway 2019

Hi Fashion People!

Penyelenggara Ramadan Runaway 2019 oleh Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPI) DKI Jakarta, Ramadan Runaway 2019 kali ini menggelar closing ceremony yang dihadiri oleh para pecinta fashion muslim dan para pelaku industri fashion di Mall Kota Kasablanka. Acara ini sudah digelar sejak 5 Juni 2018 yang lalu dan diikuti lebih dari 70 fashion brand terpilih dan menjadi referensi utama tren busana muslim Indonesia pada tahun depan. Kegiatan ini telah berlangsung kurang lebih tiga pekan yang menghadirkan Talkshow, Fashion Show, Exhibition serta kompetisi untuk desainer muda mewarnai perhelatan panggung Ramadan Runaway 2019.
 


Selama tiga pekan perhelatan ini berlangsung Ramadan Runaway 2019 ini memberikan warna penting dalam industri fashion di Indonesia. Kita bisa menyaksikan koleksi-koleksi yang menggambarkan kreativitas dan semangat para desainer untuk memberikan yang terbaik kepada para pecinta fashion muslim tentunya. Menurut Rudy Chandra, selaku Ketua  APPMI DKI Jakarta, sebagai referensi utama dalam tren fashion muslim tahun depan, Ramadan Runaway 2019 ini merupakan hal yang sangat penting dalam perjalanan Indonesia menuju kiblat fashion muslim dunia pada tahun 2020 mendatang.
 


Nah, untuk tren fashion muslim 2019 menampilkan busana muslim dengan design yang lebih simple, ringan, dan dapat digunakan dalam berbagai kesempatan. Material seperti organdi, sifon, moss crepe. dan cotton silk akan mudah ditemui dalam karya desainer, selain itu warna-warna basic juga mendominasi seperti hitam, putih, off-white, navy blue, dan abu-abu.
 


Menurut Rudy Chandra, ia memprediksikan bahwa sejumlah desainer yang berpartisipasi dalam Ramadan Runaway 2019 harus mendapatkan perhatian penting dari fashionista pada tahun depan."Saya melihat ada sejumlah desainer yang memiliki kreativitas sangat kuat dan harus diantisipasi oleh fashionista muslim pada tahun depan, seperti Ariy Arka, Dana Duryatna, dan Nita Seno Adji," Ujarnya.
 


Abee by Ariy Arka sering menampilkan sentuhan bordir dan karyanya selalu dinantikan oleh para pecinta fashion. Dana Duryatna memiliki konsumen setia yang selalu memilih desain-desain busana longgar dengan bahan-bahan print dari linen dan katun. Sedangkan Nita Seno Adjie yang sering tampil di ajang fashion mancanegara sangat piawai memadukan desain modern dengan motif-motif tradisional.
 


Kombinasi modern dan tradisional ini juga lebih banyak terlihat pada karya-karya desainger di Ramadan Runaway 2019. Umumnya mereka tidak berusaha menonjolkan salah satu yaitu modern atau tradisional. Harmoni dalam menampilkan new look, serta mengikuti tren mode dan memberikan  sentuhan tradisional tanoa harus kehilangan ciri khas dari brand tresebut.

Dengan begitu  Ramadan Runaway  2019 adalah salah satu platform yang tepat bagi para pelaku industri fashion, untuk mengembangkan bisnisnya memberikan dampak positif terhadap kemajuan anak-anak yang ingin terjun di industri fashion tentunya.
 
( Yopi Saputra/ Images : Doc. Panitia Muslim Ramadan Runaway 2019)
 
 


Comments

  1. Sekarang ini busana muslim, baik untuk wanita dan pria, sudah sangat sangat fashionable ya Yop. Melihat dari tulisan Yopi aku menarik kesimpulan, berbusana muslimpun bisa trendy dan moderen ditambah tampak smart juga

    ReplyDelete
  2. tahun ini aku liat beberapa kali busana muslin khususnya pria ternyata g sebatas untuk sholat, pengajian, syukuran saja..
    di postingan mas yopi juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas alan, seiiring berkembangnya zaman, fashion pun berkembang dan bahkan modest alias fashion muslimpun banyak sekali kegunaanya tidak hanya sekedar pergi pengajian melainkan bisa buat show juga hehe

      Delete
  3. Pengen juga sesekali nonton ginian. Caranya gimana. perlu undangan khususkah atau free for public, Yop?

    ReplyDelete
    Replies
    1. ada undangnya mba ratna, klo kita sebagai blogger biasnya ngisi data dlu di webnya untuk registrasi

      Delete
  4. Jadi untuk tren fashion ramadan tahun 2019, sudah mulai ditentukan dari akhir Juni 2018? Jauh juga ya jaraknya ke ramadan tahun depan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas, ini untuk trend fashion tahun depan, karena tahun 2020 nanti indonesia akan jadi negara pusat fashion muslim dunia huhuh bangga

      Delete
  5. ternyata byk juga ya modifikasi utk pakaian pria, hehe

    ReplyDelete
  6. iya mba banyak banget modifikasinya

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts

Ali Charisma Serukan Sustainable Fashion dan Galang Donasi, Sekaligus Gandeng 5 Sekolah Fashion Top Indonesia

Hi Fashion People !  Desainer senior Ali Charisma punya cara unik untuk berbagi. Ya, tak tanggung-tanggung sang desainer mendonasikan lebih dari 1000 koleksi outfits yang sudah pernah dirancangnya. Busana yang didonasikan, seperti;  casual wear, evening/cocktail wear, dan wedding dress .  Ali Charisma yang kini menjabat sebagai Nasional Chairman Indonesia Fashion Chamber (IFC) periode 2015 sampai 2023 mendatang, juga berperan aktif, lho di berbagai organisasi atau asosiasi fashion di tanah air, bahkan ia pernah dinobatkan sebagai Ketua Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) 2015 dan President Director Indonesian Fashion Week (IFW) 2012 hingga 2015.  Di masa yang tidak menentu seperti sekarang ini sang desainer tetap berkarya dengan menyuguhkan Acharisma by Ali Charisma yang merupakan second line ready to wear yang ditujukan untuk urban wear hingga resort wear, selain itu dalam pemilihan bahan untuk pembuatan koleksi ini menggunakan bahan-bahan y...

Bantu UMKM, Nusantara Fashion Festival (NUFF) 2020 Lelang Karya Kolaborasi Terbatas Seniman Hingga Desainer

Hi Fashion People!   Pergelaran Nusantara Fashion Festival (NUFF) 2020 sedang berlangusung. Acara yang digelar mulai dari 1-31 Agustus 2020 ini bertujuan untuk membantu perekonomian para pelaku UMKM dan semua yang terlibat dalam industri mode di tengah pandemi Covid-19. Dalam acara ini, digelar lelang karya kolaborasi antara label dan perancang busana dengan tajuk Charity Auction . Perlu untuk diketahui bahwa karya-karya kolaborasi ini dilelang secara terbatas saja, lho.   Beberapa karya kolaborasi edisi terbatas tersebut adalah Compass x Sejauh Mata Memandang, NIION x Rama Dauhan, HitHat x Stereoflow, Voyej x Dibba, Didi Budiardjo x DGTMB, Aesthetic Pleasure x Olderplus, TANGAN x Abenk Alter, serta Rinaldy A. Yunardi x Museum of Toys featuring Putu Arya.     NUFF 2020 merupakan ekosistem digita l yang berkesinambungan bagi UMKM dan pegiat mode di Indonesia. Menghadirkan rangkaian acara yang mengedukasi, kolaboratif dan menyebarkan semangat optimisme bagi UMKM mo...

Gemerlap dan Keanggunan Bertemu dalam Glitz Gala Karya Ivan Gunawan

Hi  Fashion People ! Di tengah atmosfer gemerlap panggung Plaza Indonesia Fashion Week (PIFW) 2025. Desainer Ivan Gunawan menutup hari dengan pertunjukkan yang memukau bertajuk Glitz Gala. Sebuah persembahan mode yang merayakan kemewahan dan ekspresi diri dalam balutan keanggunan, dan pesona malam yang berkilau.  Panggung runaway dipenuhi aura glamor dengan gaun-gaun panjang menjuntai dengan detail payet, kristal, dan rupa-rupa corak bunga yang menggoda, dan sentuhan satin yang memantulkan cahaya disetiap langkah para model.  Kombinasi warna-warna cerah yang memikat seperti emas, perak, merah marun, dan hitam berpadu menghadirkan suasana megah layaknya pesta malam di istana modern.  Melirik pada hiasan telinga berwujud artistik berwarna emas dan perak dan kalung emas dengan batu zamrud menambah semarak ornamen dalam sebuah tampilan yang dramatis.  Koleksi ini seolah-olah menegaskan kembalinya jati diri seorang Ivan Gunawan sebagai desainer yang tak sekadar menci...